General
27 September 2026
Dinas Pendidikan Kayong Utara kerjasama ESBN (Educational Serial Book Number) untuk Buku Digital Guru-Guru.
SUKADANA - Pelatihan membuat buku digital interaktif di Kabupaten Kayong Utara pada tanggal 2 dan 3 November 2023 lalu telah membuka Kerjasama Penggunaan ESBN (Educational Serial Book Number) dengan Pemerintah Daerah Kayong Utara.
Hasil Pelatihan ini merupakan upaya inovatif dalam pengembangan sistem perpustakaan digital yang menjangkau guru-guru di lingkungan Pemerintah setempat.
Dengan fokus pada pelatihan buku digital interaktif, acara selama dua hari itu telah menghasilkan karya-karya buku digital yang memanfaatkan teknologi modern dan inovatif.
Para guru dari Kayong Utara memperoleh kesempatan untuk menggunakan aplikasi Book Creator, yang memungkinkan mereka membuat buku digital dengan elemen interaktif seperti gambar, audio, video, dan tautan.
Serupa dengan ISBN yang telah jauh lama terdaftar di GS1 US, ESBN sendiri telah terdaftar di GS1 US dan memiliki Single GTIN.
Langkah penting dalam kerja sama ini adalah pemberian ESBN, yakni nomor identifikasi standar internasional untuk buku-buku pendidikan. Setiap buku yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kayong Utara akan ditandai dengan barcode ESBN pada bagian belakang cover, memudahkan identifikasi dan pencatatan buku-buku tersebut. Dengan adanya kode ESBN, setiap buku yang diterbitkan oleh pemerintah daerah dapat dikenali secara spesifik dan bermanfaat . Dengan barcode ESBN yang ditempatkan di bagian belakang cover buku, setiap karya terdaftar secara unik, memudahkan pemantauan dan penelusuran.
Rahmat Putra Yudha Selaku inisiator ESBN mengatakan, hal ini mengindikasikan bahwa Pemerintah Daerah Kayong Utara memberikan pengakuan resmi dan pentingnya karya buku digital interaktif sebagai alat pendidikan yang bernilai. Inisiatif perpustakaan digital ini dianggap sebagai langkah penting dalam pendorongan penggunaan teknologi pendidikan di wilayah Kayong Utara.
Harapan besar disematkan pada buku digital interaktif yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pendidikan di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah mengapresiasi para guru yang telah berkontribusi dalam menciptakan karya-karya berharga ini.
Perpustakaan digital ini, yang dapat diakses secara gratis, merupakan salah satu sumber daya belajar yang berharga. Diharapkan bahwa langkah-langkah inovatif seperti ini akan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah Kayong Utara.
Kerja sama antara pemerintah daerah dan ESBN memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkaya dan memperluas akses terhadap sumber daya pendidikan yang inovatif. Keberhasilan inisiatif ini juga melahirkan harapan besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Perpustakaan digital ini, yang menjadi sumber daya belajar gratis, akan berperan sebagai aset berharga bagi guru dan siswa dalam proses belajar-mengajar.
Kesuksesan inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pemakaian teknologi pendidikan lebih lanjut dan memicu terobosan baru di dunia pendidikan di Kayong Utara.
Sumber : https://pontianakpost.jawapos.com/kayong-utara/2311140001/penggunaan-esbn-buka-kerja-sama-disdik-kayong-utara-untuk-para-guru-penulis-buku-pendidikan
Hasil Pelatihan ini merupakan upaya inovatif dalam pengembangan sistem perpustakaan digital yang menjangkau guru-guru di lingkungan Pemerintah setempat.
Dengan fokus pada pelatihan buku digital interaktif, acara selama dua hari itu telah menghasilkan karya-karya buku digital yang memanfaatkan teknologi modern dan inovatif.
Para guru dari Kayong Utara memperoleh kesempatan untuk menggunakan aplikasi Book Creator, yang memungkinkan mereka membuat buku digital dengan elemen interaktif seperti gambar, audio, video, dan tautan.
Serupa dengan ISBN yang telah jauh lama terdaftar di GS1 US, ESBN sendiri telah terdaftar di GS1 US dan memiliki Single GTIN.
Langkah penting dalam kerja sama ini adalah pemberian ESBN, yakni nomor identifikasi standar internasional untuk buku-buku pendidikan. Setiap buku yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kayong Utara akan ditandai dengan barcode ESBN pada bagian belakang cover, memudahkan identifikasi dan pencatatan buku-buku tersebut. Dengan adanya kode ESBN, setiap buku yang diterbitkan oleh pemerintah daerah dapat dikenali secara spesifik dan bermanfaat . Dengan barcode ESBN yang ditempatkan di bagian belakang cover buku, setiap karya terdaftar secara unik, memudahkan pemantauan dan penelusuran.
Rahmat Putra Yudha Selaku inisiator ESBN mengatakan, hal ini mengindikasikan bahwa Pemerintah Daerah Kayong Utara memberikan pengakuan resmi dan pentingnya karya buku digital interaktif sebagai alat pendidikan yang bernilai. Inisiatif perpustakaan digital ini dianggap sebagai langkah penting dalam pendorongan penggunaan teknologi pendidikan di wilayah Kayong Utara.
Harapan besar disematkan pada buku digital interaktif yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pendidikan di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah mengapresiasi para guru yang telah berkontribusi dalam menciptakan karya-karya berharga ini.
Perpustakaan digital ini, yang dapat diakses secara gratis, merupakan salah satu sumber daya belajar yang berharga. Diharapkan bahwa langkah-langkah inovatif seperti ini akan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah Kayong Utara.
Kerja sama antara pemerintah daerah dan ESBN memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkaya dan memperluas akses terhadap sumber daya pendidikan yang inovatif. Keberhasilan inisiatif ini juga melahirkan harapan besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Perpustakaan digital ini, yang menjadi sumber daya belajar gratis, akan berperan sebagai aset berharga bagi guru dan siswa dalam proses belajar-mengajar.
Kesuksesan inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pemakaian teknologi pendidikan lebih lanjut dan memicu terobosan baru di dunia pendidikan di Kayong Utara.
Sumber : https://pontianakpost.jawapos.com/kayong-utara/2311140001/penggunaan-esbn-buka-kerja-sama-disdik-kayong-utara-untuk-para-guru-penulis-buku-pendidikan